Sejarah kepanduan Dunia
Ø Lord Baden Powell adalah nama pendiri Kepanduan Dunia.
Ø Beliau lahir pada tanggal 22 Pebruari 1857 di London, Inggris.
Ø Nama lengkap Baden Powell adalah LORD ROBERT STEPHENSON SMYTH BADEN POWELL OF GILWELL.
Ø Ayahnya bernama Domino H.G Baden Powell seorang Profesor Geometri di Universitas Oxford, Inggis.
Ø Ibunya bernama Henrietta Grace putri admiral seorang laksamana laut W.T smyth.
Ø Panggilan Baden Powell waktu kecil adalah Ste, Steevie, Stephenson.
Ø Sejak usia 6 tahun Lord Baden Powell sudah ditinggal oleh ayahnya dan mendapat bimbingan dari ibu dan kakak-kakaknya.
Ø Lord Baden Powell anaknya pintar, pandai bergaul, periang dan banyak kegemarannya diantaranya : melukis, sepak bola, drama dsb.
Ø Baden Powell mempunyai 9 orang saudara yaitu : Warrington, George, Augustus, Frank, Penrose, Agnes, Henrietta, Jessie, dan Baden Fletcher.
Ø Pada usia 19 tahun BP menamatkan sekolah di Charterhouse school dan kemudian bergabung dengan dinas kemiliteran atas bantuan pamannya yaitu Kolonel Henry Smyth.
Ø Pada saat menjadi militer BP mendapat tugas di Mafeking sebuah kota di pedalaman Afrika Selatan. Kota inilah yang membuat nama BP menjadi terkenal dan dianggap pahlawan oleh bangsanya, karena jasanya memimpin pertahanan kota Mafeking terhadap pengepungan bangsa Boer selama 217 hari.
Ø BP mendapat julukan dari suku-suku primitif seperti suku Zulu, Ashanti atau Metabele sebagai IMPEESA yang berarti srigala yang tidak pernah tidur.
Ø Pada tahun 1901 BP menerbitkan sebuah buku yang berjudul AIDS TO SCOUTING.
Ø Melakukan perkemahan untuk pertama kali di pulau BROWN SEA yang diikuti oleh 21 orang pemuda dari BOYS BRIGADE pada tanggal 25 Juli 1907.
Ø Pada tahun 1908 menerbitkan kembali sebuah buku yang berjudul SCOUTING FOR BOYS.
Ø Pada tahun 1910 BP pensiun dari dinas kemiliterannya dengan pangkat terakhir Letnan Jendral.
Ø Pada tahun itu pula bersama adiknya yaitu AGNES mendirikan kepanduan putri dengan nama GIRL GUIDES yang kemudian dilanjutkan oleh istrinya.
Ø Pada tahun 1912 BP menikah dengan OLAVE ST CLAIR SOAMES dan dikaruniai 3 orang anak yaitu : PETER, HEATHER dan BETTY.
Ø Pada tahun 1912 Belanda dating ke Indonesia dan mengembangkan Kepanduan dengan nama NIVP ( Nederland Indische Padvinder Veereniging ) Kepanduan khusus Hindia Belanda.
Ø Pada tahun 1916 berdiri Pramuka Siaga ( CUB = anak srigala ) dengan bukunya yang berjudul THE JUNGLE BOOK, yang berkisah tentang MOWGLI si anak didikan rimba ( seorang anak yang dipelihara di hutan oleh seekor srigala ) karya RUDYARD KIPLING.
Ø Pada tahun 1918 BP membentuk ROVER SCOUT (Penegak).
Ø Pada tahun 1920 diselenggarakan Ja,mbore Dunia Pertama di Olimpia London, Inggris dan pada saat itu BP diangkat menjadi CHIEF SCOUT OF THE WORLD ( Bapak Pandu Se Dunia ).
Ø Pada tahun 1922 terbit buku yang berjudul ROVERING TO SUCCESS ( Mengembara menuju bahagia ) untuk Penegak.
Ø Sumpah Pemuda lahir pada tanggal 28 Oktober 1928 yang kemudian menjiwai Gerakan Kepanduan di Indonesia untuk lebih bergerak maju.
Ø Pada tahun 1928 KH. Agus Salim mendirikan Pandu/Kepanduan sebagai pengganti Padvinder karena dilarang oleh pihak Belanda.
Ø Pada tahun 1929 BP mendapat gelar LORD dari Raja George Inggris.
Ø BP Meninggal pada tanggal 8 Januari 1941 di Nyeri, Kenya – Afrika Selatan.
Ø Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia dan mengganti Kepanduan menjadi PETA, SEINENDAN dan KEIBODAN.
Ø Pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia merdeka dengan dibacakannya TEKS PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI oleh Soekarno/Hatta.
Ø Pada tanggal 28 Oktober 1945 di Sala dibentuk PRI ( Pandu Rakyat Indonesia ).
Ø Pada tanggal 9 Maret 1961 Kepanduan dibubarkan karena pendidikannya menganut paham komunis.
Ø Tanggal 20 Mei 1961 lahir Keputusan Presiden No. 238 tahun 1961 tentang GERAKAN PRAMUKA yang ditanda tangani oleh IR. H. DJUANDA sebagai pejabat Presiden yang waktu itu sedang mengadakan layatan ke Jepang atas prakarsa Hamengku Buwono IX.
Ø Hamengku Buwono IX adalah Bapak Pramuka Indonesia.
Ø Pada tanggal 14 Agustus 1961 Pramuka didirikan dengan tunas kelapa sebagai lambangnya yang diciptakan oleh Soenardjo Atmodipoero.
Ø Sifat Gerakan Pramuka adalah Nasional, Iunternasional dan Universal.
Ø Fungsi Gerakan Pramuka adalah GAME (Permainan), JOB (Pengabdian), dan MEANS (Alat).
Ø Pramuka kepanjangan dari PRAJA = rakyat, MUDA = pemuda/muda, KARANA = suka berkarya/bekerja. Jadi Praja Muda Karana artinya Rakyat Muda yang suka berkarya/bekerja.
Ø Gerakan Pramuka berkedudukan di Ibukota Negara.
Ø Usia Siaga dari 7 – 10 tahun, tingkatannya MULA, BANTU, TATA; satuan kecilnya Barung, Satuan besarnya Perindukan.
Ø Usia Penggalang 11 – 15 tahun, tingkatannya RAMU, RAKIT, TERAP ; satuan kecilnya Regu, satuan besarnya Pasukan.
Ø Usia Penegak 16 – 20 tahun, tingkatannya BANTARA, LAKSANA ; satuan kecilnya Sangga, satuan besarnya Ambalan.
Ø Usia Pandega 21 – 25 tahun, tingkatannya PANDEGA satuan besarnya RACANA.
Ø Penemu KIM adalah Baden Powell, KIM berasal dari nama KIMBAL O’HARA seorang anak yang dilatih mencari jejak kaki kuda yang hilang.
Ø KIM terdiri dari : kim lihat, raba, dengar dan rasa.
Ø Penemu Morse adalah Samuel Finley Breese Morse pada tahun 1837.
Ø Pencipta lagu Himne Pramuka adalah H. Mutahar.
Ø Bapak Palang Merah Internasional adalah JEAN HENDRI DUNANT.
Ø Beliau lahir pada tanggal 22 Pebruari 1857 di London, Inggris.
Ø Nama lengkap Baden Powell adalah LORD ROBERT STEPHENSON SMYTH BADEN POWELL OF GILWELL.
Ø Ayahnya bernama Domino H.G Baden Powell seorang Profesor Geometri di Universitas Oxford, Inggis.
Ø Ibunya bernama Henrietta Grace putri admiral seorang laksamana laut W.T smyth.
Ø Panggilan Baden Powell waktu kecil adalah Ste, Steevie, Stephenson.
Ø Sejak usia 6 tahun Lord Baden Powell sudah ditinggal oleh ayahnya dan mendapat bimbingan dari ibu dan kakak-kakaknya.
Ø Lord Baden Powell anaknya pintar, pandai bergaul, periang dan banyak kegemarannya diantaranya : melukis, sepak bola, drama dsb.
Ø Baden Powell mempunyai 9 orang saudara yaitu : Warrington, George, Augustus, Frank, Penrose, Agnes, Henrietta, Jessie, dan Baden Fletcher.
Ø Pada usia 19 tahun BP menamatkan sekolah di Charterhouse school dan kemudian bergabung dengan dinas kemiliteran atas bantuan pamannya yaitu Kolonel Henry Smyth.
Ø Pada saat menjadi militer BP mendapat tugas di Mafeking sebuah kota di pedalaman Afrika Selatan. Kota inilah yang membuat nama BP menjadi terkenal dan dianggap pahlawan oleh bangsanya, karena jasanya memimpin pertahanan kota Mafeking terhadap pengepungan bangsa Boer selama 217 hari.
Ø BP mendapat julukan dari suku-suku primitif seperti suku Zulu, Ashanti atau Metabele sebagai IMPEESA yang berarti srigala yang tidak pernah tidur.
Ø Pada tahun 1901 BP menerbitkan sebuah buku yang berjudul AIDS TO SCOUTING.
Ø Melakukan perkemahan untuk pertama kali di pulau BROWN SEA yang diikuti oleh 21 orang pemuda dari BOYS BRIGADE pada tanggal 25 Juli 1907.
Ø Pada tahun 1908 menerbitkan kembali sebuah buku yang berjudul SCOUTING FOR BOYS.
Ø Pada tahun 1910 BP pensiun dari dinas kemiliterannya dengan pangkat terakhir Letnan Jendral.
Ø Pada tahun itu pula bersama adiknya yaitu AGNES mendirikan kepanduan putri dengan nama GIRL GUIDES yang kemudian dilanjutkan oleh istrinya.
Ø Pada tahun 1912 BP menikah dengan OLAVE ST CLAIR SOAMES dan dikaruniai 3 orang anak yaitu : PETER, HEATHER dan BETTY.
Ø Pada tahun 1912 Belanda dating ke Indonesia dan mengembangkan Kepanduan dengan nama NIVP ( Nederland Indische Padvinder Veereniging ) Kepanduan khusus Hindia Belanda.
Ø Pada tahun 1916 berdiri Pramuka Siaga ( CUB = anak srigala ) dengan bukunya yang berjudul THE JUNGLE BOOK, yang berkisah tentang MOWGLI si anak didikan rimba ( seorang anak yang dipelihara di hutan oleh seekor srigala ) karya RUDYARD KIPLING.
Ø Pada tahun 1918 BP membentuk ROVER SCOUT (Penegak).
Ø Pada tahun 1920 diselenggarakan Ja,mbore Dunia Pertama di Olimpia London, Inggris dan pada saat itu BP diangkat menjadi CHIEF SCOUT OF THE WORLD ( Bapak Pandu Se Dunia ).
Ø Pada tahun 1922 terbit buku yang berjudul ROVERING TO SUCCESS ( Mengembara menuju bahagia ) untuk Penegak.
Ø Sumpah Pemuda lahir pada tanggal 28 Oktober 1928 yang kemudian menjiwai Gerakan Kepanduan di Indonesia untuk lebih bergerak maju.
Ø Pada tahun 1928 KH. Agus Salim mendirikan Pandu/Kepanduan sebagai pengganti Padvinder karena dilarang oleh pihak Belanda.
Ø Pada tahun 1929 BP mendapat gelar LORD dari Raja George Inggris.
Ø BP Meninggal pada tanggal 8 Januari 1941 di Nyeri, Kenya – Afrika Selatan.
Ø Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia dan mengganti Kepanduan menjadi PETA, SEINENDAN dan KEIBODAN.
Ø Pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia merdeka dengan dibacakannya TEKS PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI oleh Soekarno/Hatta.
Ø Pada tanggal 28 Oktober 1945 di Sala dibentuk PRI ( Pandu Rakyat Indonesia ).
Ø Pada tanggal 9 Maret 1961 Kepanduan dibubarkan karena pendidikannya menganut paham komunis.
Ø Tanggal 20 Mei 1961 lahir Keputusan Presiden No. 238 tahun 1961 tentang GERAKAN PRAMUKA yang ditanda tangani oleh IR. H. DJUANDA sebagai pejabat Presiden yang waktu itu sedang mengadakan layatan ke Jepang atas prakarsa Hamengku Buwono IX.
Ø Hamengku Buwono IX adalah Bapak Pramuka Indonesia.
Ø Pada tanggal 14 Agustus 1961 Pramuka didirikan dengan tunas kelapa sebagai lambangnya yang diciptakan oleh Soenardjo Atmodipoero.
Ø Sifat Gerakan Pramuka adalah Nasional, Iunternasional dan Universal.
Ø Fungsi Gerakan Pramuka adalah GAME (Permainan), JOB (Pengabdian), dan MEANS (Alat).
Ø Pramuka kepanjangan dari PRAJA = rakyat, MUDA = pemuda/muda, KARANA = suka berkarya/bekerja. Jadi Praja Muda Karana artinya Rakyat Muda yang suka berkarya/bekerja.
Ø Gerakan Pramuka berkedudukan di Ibukota Negara.
Ø Usia Siaga dari 7 – 10 tahun, tingkatannya MULA, BANTU, TATA; satuan kecilnya Barung, Satuan besarnya Perindukan.
Ø Usia Penggalang 11 – 15 tahun, tingkatannya RAMU, RAKIT, TERAP ; satuan kecilnya Regu, satuan besarnya Pasukan.
Ø Usia Penegak 16 – 20 tahun, tingkatannya BANTARA, LAKSANA ; satuan kecilnya Sangga, satuan besarnya Ambalan.
Ø Usia Pandega 21 – 25 tahun, tingkatannya PANDEGA satuan besarnya RACANA.
Ø Penemu KIM adalah Baden Powell, KIM berasal dari nama KIMBAL O’HARA seorang anak yang dilatih mencari jejak kaki kuda yang hilang.
Ø KIM terdiri dari : kim lihat, raba, dengar dan rasa.
Ø Penemu Morse adalah Samuel Finley Breese Morse pada tahun 1837.
Ø Pencipta lagu Himne Pramuka adalah H. Mutahar.
Ø Bapak Palang Merah Internasional adalah JEAN HENDRI DUNANT.
The Scout Oath and Law oleh Baden Powell |
Berikut ini adalah Janji/ Kode Kehormatan ( The Scout Oath and Law), yang ditulis oleh Baden Powell dalam buku beliau : THE SCOUT’S OATH IN BADEN-POWELL’S SCOUTING FOR BOYS, 1908 “On my honour I promise that— 1. I will do my duty to God and the King. 2.. I will do my best to help others, whatever it costs me. 3.. I know the Scout Law, and will obey it.” THE SCOUT LAW IN BADEN-POWELL’S SCOUTING FOR BOYS, 1908 1. A Scout’s honour is to be trusted. 2. A Scout is loyal to the King, and to his officers, and to his country, and to his employers. 3. A Scout’s duty is to be useful and to help others. 4. A Scout is a friend to all, and a brother to every other Scout, no matter to what social class the other belongs. 5. A Scout is courteous. 6. A Scout is a friend to animals. 7. A Scout obeys orders of his patrol leader or Scoutmaster without question. 8. A Scout smiles and whistles under all circumstances. 9. A Scout is thrifty. In describing the process of formulating these guidelines, Baden-Powell explained: “Now I know that a real red-blooded boy is all for action, ready for adventure. He just hates to be nagged and told ‘You must not do this—you must not do that.’ He wants to know what he can do. So I thought why should we not have our own Law for Scouts, and I jotted down ten things that a fellows needs to do as his regular habit if he is going to be a real man.” |
PERUBAHAN KODE KEHORMATAN BAGI PRAMUKA SIAGA
ART GERAKAN PRAMUKA SK KWARNAS NO. 086 TAHUN 2005 | ART GERAKAN PRAMUKA SK KWARNAS NO. 203 TAHUN 2009 |
a. Janji yang disebut Dwisatya Dwisatya Pramuka Siaga Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh : - Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengikuti tatakrama keluarga. - Setiap hari berbuat kebajikan. | a. Janji yang disebut Dwisatya, Dwisatya Demi kehormatanku aku berjanji akan bersunguh-sungguh: - Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga. - Setiap hari berbuat kebaikan. |
b. Ketentuan moral yang disebut Dwidarma: Dwidarma Pramuka Siaga 1. Siaga berbakti kepada ayah bundanya. 2. Siaga berani dan tidak putus asa. | b. Ketentuan moral yang disebut Dwidarma Dwidarma 1. Siaga itu patuh pada ayah dan ibundanya. 2. Siaga itu berani dan tidak putus asa. |
AMBALAN DAN RACANA
Untuk Penegak disebut Ambalan sedangkan Pandega disebut Racana
1) Ambalan atau Racana terdiri atas paling banyak 40 orang Pramuka.
2) Ambalan Penegak dapat dibagi dalam satuan-satuan kecil yang disebut ‘sangga’ yang masig-masing terdiri atas 5 sampai dengan 10 orang Pramuka Penegak. Sedangkan Racana Pandega tidak dibagi dalam satuan-satuan kecil
3) Pembentukan sangga dilakukan oleh para Pramuka Penegak sendiri.
4) Tiap sangga menggunakan nama dan lambang sesuai dengan aspirasinya, dengan ketentuan tidak menggunakan nama dan lambang yang sudah digunakan oleh badan dan organisasi lain.
5) Untuk mengerjakan suatu pekerjaan atau tugas, Ambalan Penegak atau Racana Pandega dapat membentuk Sangga Kerja .Sangga Kerja bersifat sementara sesuai dengan tugas yang harus dikerjakannya.
6) Nama Ambalan/ Racana dapat mengambil nama Pahlawan, Tokoh yang berjasa kepada Negara atau nama lain yang memiliki arti bagi Ambalan/ Racana itu.
Adat Ambalan-Racana |
Adat ambalan adalah adat kebiasaan yang ditentukan dan ditaati oleh para Pramuka Penegak dan Pandega di Suatu Ambalan/ Racana. Adat memiliki tujuan yakni agar dengan adanya adat kebiasaan tersebut, para Pramuka Penegak dan Pandega dapat membiasakan diri menepati segala peraturan yang berlaku di tempat mereka. MEMAHAMI ADAT AMBALAN/ RACANA. 1. Proses pembuatan adat ambalan/ racana dilakukan seperti pembuatan sandi ambalan/ racana yaitu melalui musyawarah ambalan. 2. Adat ambalan/ racana sebaiknya tidak usah tertulis, tetapi benar-benar dihayati dan dipatuhi oleh setiap anggotanya. Jika seseorang merasa telah melanggar adat yang berlaku bersedia menerima sangsi. 3. Adat Ambalan / Racana harus mampu mendorong para anggotanya untuk bertindak disiplin., patuh dan mengarah kepada kehidupan bermasyarakat yang baik dan maju. 4. Di dalam adat Ambalan/ Racana harus terdapat ketentuan : Wajib mengikuti renungan jiwa sebelum dilantik sebagai Penegak Bantara. Variasi dalam melaksanakan pelantikan, dapat menimbulkan kesan menyenangkan yang sukar dilupakan bagi yang dilantik, seperti misalnya : sebelum dilantik harus mencuci wajahnya, lalu membersihkan dengan handuk putih, lalu menghormat kepada bendera sebelum memasuki ruangan, sujud kepada orang tuannya sebelum dilantik dll. Pada upacara kenaikan tingkat, dari Penegak Bantara ke Penegak Laksana ada pemberian pusaka sesuai dengan adat setempat, antara lain seperti : bamboo runcing beserta bendera merah putihnya, Panah beserta busurnya, keris dll. Pengadaan dan pemberian pusaka ini harus disertai maknanya. Adat ambalan/ racana merupakan adat kebiasaan di lingkungan ambalan/ racana yang merupakan tingkah perilaku yang unik dan positif, contoh : - Bagi yang terlambat datang harus menyalami seluruh anggota yang telah hadir terlebih dahulu, - Saling memberikan salam saat bertemu dimana saja. - Pada saat pembacaan sandi ambalan dalam upacara pembukaan/ penutupan latihan mengambil sikap/ gerakan tertentu.
|
Comments
Post a Comment