Coretan hidup diatas tiga belas

Seorang anak yang telahir dari keluarga yang sederhana, dari kecil sudah terpisah dari orang tuanya dan dia tinggal bersama nenek dan kakenya. nasibnya tak sebaik teman-temannya yang lain yang mendapatkan kasih sayang penuh dari orang tuanya, namun dia mencoba pasarh dengan keadaan itu, mencoba terbiasa namun kepolosannya terkadang berpikir dan bertanya dalam hatinya " mengapa aku tak seperti orang lain?, yang bisa mengadu jika pada orang tuanya, yang bisa bermanja-manja pada orang tuanya, apa yang menyebabkan ku tak seberuntung mereka?". dia mencoba mandiri dalam hidupnya dalam usianya yang masih kanak-kanak yang masih membutuhkan perhatian penuh dari orang tuanya.namun bagi dia cukup dengan kasih sayang kakek dan neneknya selama ini pun tak mengapa karena itu lebih dari segalanya.
setiap apa yang dia inginkan dia beruasaha mendapatkannya dengan apa yang dia punya saat itu dengan tenaga dan otot2 kecilnya, walaupun begitu dia selalu merasa takut untuk menggunakan apa yang ia dapat dengan jerih payahnya.
dia mencoba bertahan dari keadaan hidup yang cuckup berat bagi anak seusia dia, bukan hebat tapi itu tuntutan hidup yang harus dia tempuh, bukan tegar tapi keadaan yang memaksa dia untuk tetap bertahan. setiap hari dia lalui tanpa mengenal sosok seorang ayah itu seperti apa?, tak satu  pun kata bijak atau didikan yang terdengar dari seorang ayah. walaupun dia tau ayahnya seperti apa dan dimana namun entah itu terasa asing baginya. 
dan terbersitlah tekad dalam hatinya "aku ingin sukses, aku ingin di kenal dunia, aku ingin membuktikan pada semua bahwa aku mampu tanpa mereka". dia yang pendiam dan tak banyak bicara kadang menjadi cemoohan dari orang-orang tentang dia yang cuek. 
seiring berjalannya waktu dia pun bertambah dewasa dan menginjak usia sekolah, dan dia cukup di perhitungkan karena prestasi yang cukup baik disekolah bahkan hampir yang terbaik, tekadnyalah yang menuntun dia untuk bisa berprestasi
menginjak remaja dia mengenal yang namanya saling suka antara lawan jenis, ya mungkin itu adalah masa pubernya, meskipun disertai dengan sifat malu-malunya (hihihihi :-D . . .).
di usia dia yangn menginjak SMK, ya mungkin sudah cukup dewasa dan bisa dibilang wajar dia mengenal yang namanya cinta, meskipun dia sedikit acuh, tapi mungkin lingkungan dan teman yang membawa dia untuk mengenal yang namanya percintaan....

ok berhubung masih banyak pekerjaan dan jari saya juga mulai pegel To Be continued dulu ya hehehe...
tar di lanjut di sesi selanjutnya, mengulas tentang kisah cintanya.. oops belum kenal siapa "DIA" ? tar saya kenalkan juga siapa dia itu hehehe
ini cuma sepintas kisahnya saja, mungkin alurnya ada yang flahback juga nanti. ok deh tunggu kisah selanjutnya

Comments