Shyness "Rasa Malu"

Ehheeemm.. mmm.. mulai dari mana ya hehehe.. O.k deh sebelumnya saya ucapkan selamat datang bagi para pengunjung blog saya... blog ini saya buat bertujuan untuk share tentang apa yang saya alami,, apa yang saya rasa, saya temui dan saya lihat.. ini pengalaman saya dan sedgalanya tentang saya, saya abrukkan disini.. 
dan setelah sebelumnya posting tentang Apa itu Introvert dan seperti apa sosoknya dsb untuk kali ini saya akan membahas sedikit tentang "Shyness" atau rasa malu, karena karena saya sendiri seorang yang pemalu tapi gak malu-maluin juga sihh.. hehehee :p 
nah dari itu saya akan sedikit sharing tentan kemalu*n uppsss.. maksudnya tentang rasa malu tersebut heee 
selamat membaca semoga bermanfaat.. Check it out!!!

Memahami Rasa Malu (Shyness)
Shyness adalah semacam perasaan takut. Takut menampilkan diri, takut dipermalukan atau takut tidak dihiraukan. Lalu kenapa takut? Sebabnya adalah perasaan insecurity dan oversensitive yang berlebihan.
Bisa dibilang, sebelum melakukan sesuatu, otak sudah membayangkan yang tidak-tidak. Hingga orang akan berpikir daripada melakukan sesuatu yang bakal menyakiti atau mempermalukan diri sendiri, lebih baik tidak melakukan apa-apa.
Tidak melakukan apa-apa sama dengan diam di tempat. Tidak membawamu kemana-mana.

Padahal…
Ini bukan karena kamu, tapi karena mereka.
Sebetulnya, manusia itu begitu selfcentered. Terlalu memperhatikan diri sendiri, begitu menjadikan diri sendiri sebagai patokan. Cara seseorang bereaksi terhadapmu atau perkataanmu biasanya malah tidak berhubungan dengan isi dari perkataanmu itu, melainkan lebih merupakan refleksi dari mood mereka atau suatu kejadian yang pernah mereka alami sendiri.
Misal, pernahkah ada orang yang berkata-kata kasar atau sengaja menyinggungmu pada saat perasaanmu sedang bahagia? Baru dapat pekerjaan contohnya. Apa reaksimu? Kemungkinan besar kamu tidak ambil pusing. Tetap berlari-lari kecil sambil bernyanyi, “hari ini kugembira…pak pos melayang di udara…” Tapi reaksimu akan lain ketika mood-mu tidak se-happy itu.
Jadi bila ada seseorang yang bereaksi tidak enak atas perkataan-mu, sebaiknya jangan terlalu diambil pusing-lah. Don’t take it too personal Dude. Ingat, reaksinya kemungkinan berdasarkan keadaan dirinya sendiri, bukan karena kamu. Tempatkan saja dirimu dalam dia. Mungkin dia sedang capek? Sedang kesal entah pada apa? Kecewa pada dirinya sendiri? Mungkin memang masalahnya ada padanya.
Sangat perlu untuk melupakan pengalaman buruk. Sebab ketika kamu terus berkutat pada pengalaman buruk, it grows into something much more frightening than reality. Lebih terlihat menakutkan ketimbang kenyataan sebenarnya.
Ganti pengalaman burukmu dengan energi positif. Lupakan, lalu isi kepalamu hal-hal yang menyenangkan’
Orang Lain Juga Sama Seperti Kamu
Hal yang mengejutkan adalah ternyata orang lain pada dasarnya juga tidak terlalu berbeda dengan kamu. Everyone is insecure and afraid of embarrassment. Apapun pangkat atau jenis kelaminnya.
Kadangkala malah mereka tidak secerdas kelihatannya. Saya pernah baca pengakuan salah seorang Manajer HRD di salah satu milis lowongan pekerjaan, dia grogi ketika mewawancarai pelamar. Apalagi kalau pelamarnya cerdas, dia akan tambah grogi. Yang dilihat pelamar hanyalah wajah seorang Manajer yang percaya diri. Tapi di dalamnya? si pelamar tidak tahu.
Jangan biarkan satu atau dua pengalaman buruk menghambat kemajuanmu dan mempengaruhi pendapatmu akan interaksi sosial. Manusia basically friendly dan sangat menyambut uluran persahabatan dari manusia lain.
Coba lihat dirimu sendiri, apakah kamu akan sangat bersyukur apabila dalam situasi yang menegangkan ada yang berinisiatif bicara mencairkan ketegangan? Begitu juga orang lain. Mereka akan senang jika kamu yang bertindak sebagai ice breaker.
Break It.
Cara terbaik untuk mengatasi rasa malu adalah dengan praktek. Paksa dirimu untuk bicara di depan banyak orang, terutama ketika kamu tidak ingin. Duduk paling depan, dan buat dirimu terlihat.
Pahamilah bahwa dengan kamu bicara dan membagikan pendapatmu, kamu akan menolong dan membuat lega banyak orang.
Sekali pembicaraanmu mengalir, kamu akan memperhatikan betapa positif-nya reaksi orang.
Seorang professor memberi komentar tentang rasa malu atau shyness. Dia bilang rasa malu adalah, “silly, foolish habit,” dan mengatakan, “the sooner you can break it the better.”

sekian untuk kali ini.. mohon maaf jika ada kesalahan.. mohon kritik dan sarannya untuk perbaikan Postingan kedepan.. Terimakasih.. :)

Comments